Kamis, 04 September 2014

Teruntuk, Bundaku Tersayang ...

Saat ini,hati ku sedang dipenuhi rasa rindu ...Ingin rasanya Aku berlari dan mengungkapkannya dipangkuanmu ... Ingin rasanya Aku menangis dihadapanmu...Rindu itu tiba-tiba saja menelusup didalam dada...Bibir ini tak pernah putus untuk selalu mendoakanmu... Tak pernah padam untuk selalu berterimakasih padamu...Namun, Aku jarang meminta maaf,Jika kesalahan itu berbentuk materi, bisa diwujudkan dengan benda, maka akan terlihat dengan jelas kesalahanku yang sudah menggunung.Walaupun cubitan, jeweran dan teriakan terkadang menghampiri tubuh ini,namun tak pernah ada rasa kebencian yang muncul...Malah rasa cinta itu semakin kuat mengakar. Aku yakin, semua yang kau lakukan semata-mata karena rasa cinta dan kasih sayang  kepadaku.Ya Allah, begitu banyak dosa hamba kepada orang yang mencintai hamba sepenuh hati. Tak pernah meminta imbalan ataupun upah. Sekalipun hamba meminta maaf sembari membawakan gunung emas, pun tak akan bisa melunasi kesalahan hamba. Ampuni Hamba Ya Allah. Ampuni kedua orang tua hamba Ya Allah. Sayangilah Ia, sebagaimana Ia menyayangiku sejak kecil”Sekali lagi ku ucapkan, “Terimakasih…. “Kau perempuan terhebat yang pernah ku milikiAku bangga lahir dari rahim muAku Cinta Bunda, karena Allah .... ;(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar